Diajukan
Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Soft
Skill And Character Building
Disusun
oleh:
Triaji
Gilang Pamungkas
Administrasi
Publik D
170103150112
Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik
Program Studi Diploma Administrasi Publik
Universitas Padjadjaran
KATA
PENGANTAR
Puji dan syukur marilah kita panjatkan
kehadirat Allah SWT yang telah memberikan nikmat dan karuniaNya kepada kita
semua, dan atas kehendakNya lah penulis dapat menyelesaikan tugas makalah ini
untuk memenuhi tugas mata kuliah Soft Skill and Character Building.
Penulis
pun menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan,
oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun
demi kesempurnaan di masa yang akan datang.
Akhir kata semoga makalah ini dapat
memberikan manfaat kepada para pembaca serta masyarakat umum dan khususnya bagi
penulis sendiri.
Penulis
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR....................................................................................................
i
DAFTAR
ISI ................................................................................................................. ii
Pengertian
Soft Skill......................................................................................................
1
Pentingnya
Soft Skill Bagi Mahasiswa..........................................................................
2
Pengertian
Character Building.......................................................................................
4
Faktor-Faktor
Yang Mempengaruhi Character Building...............................................
4
Tujuan
Pembangunan Character Building.....................................................................
5
Kesimpulan....................................................................................................................
7
Saran..............................................................................................................................
7
DAFTAR
PUSTAKA....................................................................................................
8
Pengertian
Soft Skills
Soft skill
adalah suatu kemampuan, bakat, atau keterampilan yang ada di dalam diri setiap
manusia. Soft skill adalah kemampuan yang dilakukan dengan cara non teknis,
artinya tidak berbentuk atau tidak kelihatan wujudnya. Namun , soft skill
ini dapat dikatakan sebagai keterampilan personal dan inter personal. Menurut
Sailah (2007:11) soft skills
didefinisikan sebagai “Personal and interpersonal behaviour that develop and
maximize human performance (e.g. coaching, team building, initiative, decision
making, etc.). Soft skills does not include technical skill such as financial
computing and assembly skills.” Definisi tersebut dapat dimaknai bahwa
perilaku hubungan antar pribadi dan dengan pribadinya sendiri dikembangkan dan
kinerja manusianya dioptimalkan (misalnya, forum pelatihan, bekerjasama dalam
tim, inisiatif, pengambilan keputusan komunikasi, kemampuan beradaptasi,
conflict solution, kepemimpinan, pemecahan masalah, dll.). Soft skills tidak meliputi
keterampilan teknikal seperti keterampilan perhitungan finansial. Prastiwi
memaparkan (2011: 3). Secara umum soft
skills diartikan sebagai kemampuan di luar kemampuan teknis dan
akademis, yang lebih mengutamakan kemampuan intra dan interpersonal.
Jika kita melihat paparan definisi tentang soft skills menurut para ahli diatas,
bisa kita maknai bahwa soft skills
itu terbagi menjadi dua, yaitu Intrapersonal skill dan Interpersonal skill.
Lalu apa yang dimaksud dengan Intrapersonal skill dan Interpersonal skill?
Intrapersonal skill adalah keterampilan dimana kita mengatur diri sendiri. Ini
adalah hal yang paling utama sebelum dimana seseorang akan menjalin hubungan
dengan orang lain. Beberapa contoh Intrapersonal skill antara lain ;
Transformasi karakter, manajemen waktu, percaya diri, dan proaktif. Sedangkan
Interpersonal skill adalah keterampilan berhubungan atau berinteraksi dengan
lingkungan kelompok masyarakat dan lingkungan kerja serta interaksi antar
individu. Beberapa contoh Interpersonal skill antara lain; kemampuan
berkomunikasi, keterampilan kepemimpinan, keterampilan negosiasi, keterampilan
berbicara di depan umum, dan kerjasama tim.
Pola pembinaan dalam pengembangan
soft skill bagi mahasiswa di perguruan tinggi selayaknya dilakukan secara
teritegrasi antara kegiatan akademik,muatan softskill ini perlu dibina dan
dikembangkan dalam berbagai kegiatan,metode dan model pembelajaran, selain itu
perlu dilakukan diantara nya pemberdayaan mahasiswa. Proses pemberdayaan
mahasiswa adalah setiap usaha pendidikan yang bertujuan untuk membangkitkan
kesadaran atau pengertian dan kepekaan pada peserta didik terhadap perkembangan
sosial,ekonomi dan atau politik sehingga pada akhir nya peserta didik memiliki
kemampuan untuk memperbaiki dan meningkatkan kedudukan nya dalam masyarakat.
Pentingnya Soft Skill
Bagi Mahasiswa
Jika kita
mempunyai hard skill yang sangat bagus, tetapi kita mempunyai soft skills yang kurang baik, itu
akan menjadi catatan negatif saat kita akan mencari pekerjaan ke perusahaan.
Saat ini perusahaan cenderung mencari tenaga kerja yang memiliki kepribadian
yang baik walaupun hard skill nya yang kurang. Memberikan keterampilan akademis
akan jauh lebih mudah dibandingkan pembentukan karakter. Soft skills bersumber dari karakter
pribadi yang berasal dari didikan lingkungan sekitarnya. Pembentukan karakter
memang harus membutuhkan waktu yang lama, terlebih bagi orang-orang yang tidak
mempunyai motivasi untuk merubahnya. Karakter itu muncul dari
kebiasaan-kebiasaan. Jika seseorang sudah terbiasa dengan apa yang
dilakukannya, maka itu akan menjadi sebuah karakter. Karena soft skills itu muncul dari
karakter pribadi, maka kita harus merubah diri kita membiasakan diri untuk
melatih soft skills kita. Dalam
konteks kita sebagai mahasiswa, keterampilan soft skills kita bisa dilatih melalui pendidikan formal maupun
di luar pendidikan non formal. Menurut Nasaruddin Salam, sejauh ini dalam upaya
pengembangan soft skills,
khususnya di dunia perguruan tinggi presentase dari soft skills hanya berkisar sepuluh persen. Sisanya adalah hard
skill yakni ada 90 persen. Ini berdasarkan sistem pendidikan di Indonesia. Hal
ini bertolak belakang dengan yang seharusnya terjadi bahwa seseorang harus lah
lebih banyak memiliki soft skillss lebih besar ketimbang hard skill. Ini
berarti kontribusi soft skills
yang dibutuhkan pada dunia kerja cukup tinggi, sehingga dibutuhkan tenaga kerja
yang memiliki soft skills baik.
Dalam
pendidikan formal, salah satu contoh untuk pengembangan soft skills bisa di dapat dalam pendidikan pembentukan karakter
(Characther Building). Di dalam Characther Building umumnya
menekankan pada sisi intrapersonal skills masing-masing. Seperti contoh; Transforming
Characther, Time Management, Berpikir Kreatif, dan Goal Setting.
Beberapa contoh intrapersonal skills tadi seharusnya harus dimiliki oleh
mahasiswa. Dan beberapa contoh sudah bisa menjadi karakter pribadi yang bisa
menguntungkan mahasiswa. Terlebih bagi mahasiswa yang akan mencari pekerjaan
ataupun membuat pekerjaan. Tak hanya intrapersonal skills saja yang di
ajarkan dalam pendidikan pembentukan karakter, tapi juga di ajarkan tentang interpersonal
skills. Seperti contoh; bekerja secara tim, kemampuan berkomunikasi, dan
kepemimpinan. Hal itu sangat lah mutlak harus dimiliki oleh mahasiswa dalam
menjalin hubungan dengan orang lain. Dalam mengasah kemampuan soft skills di luar pendidikan
formal, terlebih di dalam lingkungan kampus bagi mahasiswa, banyak sekali
lingkungan yang dapat mendukung untuk melatih kemampuan soft skills. Kebalikan dari pendidikan formal, dalam melatih
kemampuan soft skills dari lingkungan sekitar yang paling menonjol
adalah dalam interpersonal skills nya. Banyak sekali lingkungan yang dapat
melatih kemampuan soft skills
kita. Menurut Suyanto (2005) untuk menguasai kemampuan soft skill yang berupa
kecerdasan emosi dan spiritual kepada mahasiswa dapat dilakukan melalui bentuk
kegiatan kemahasiswaan yang dapat memberikan pengalaman nyata yang akan
membantunya ketika mereka terjun ke masyarakat (dunia kerja). Di mulai dari
yang paling awal, organisasi di dalam kelas. Terlihat seperti sederhana , namun
di dalam organisasi kelas kita sudah dapat melatih soft skills kita. Seperti, kemampuan berbicara di depan umum,
leadership skills, menjalin hubungan dengan dosen, dan kemampuan berkomunikasi.
Lalu jika berjalan keluar , kemampuan soft
skills bisa di dapat melalui Himpunan Mahasiswa, Unit Kegiatan
Mahasiswa, Badan Legislatif dan Yudikatif Mahasiswa, dan juga bisa di dapat dari
organisasi luar kampus. Di sana kita akan dapat banyak melatih soft skills kita. Seperti, berbicara
di depan publik, communication skills, kemampuan menjalin relasi, leadership
skills, bekerja sama secara tim, dan masih banyak yang lainnya. Jika kita tidak
mempunyai pengalaman dalam berorganisasi sebelumnya, mungkin akan sulit untuk
mengikuti dalam melatih kemampuan soft
skills. Tetapi itu bukan masalah. Karena segala sesuatu tidak ada yang
instan, terlebih dalam melatih soft
skills. Melatih soft skills
adalah sebuah proses yang membutuhkan waktu. Tetapi kita juga harus punya
motivasi diri untuk melatih kemampuan tersebut. Tiga atau empat tahun di dunia
kampus dirasa sangat cukup untuk mengembangkan kemampuan soft skills dan hard skills kita. Dalam melatih hard
skills di dapat dalam pendidikan formal kampus. Sedangkan melatih soft skills di dapat di luar
pendidikan formal kampus. Kita harus sangat bisa memanfaatkan waktu selama kita
berada di kampus. Karena dua skills ini sangatlah penting, sebagai bekal kita
untuk mengarungi kehidupan seusai lulus dari dunia kampus. Tetapi yang harus di
perhatikan, komposisi seseorang harus lah memiliki kemampuan soft skills yang lebih banyak
dibandingkan hard skills. Lalu, apakah perlu juga peranan soft skills di dalam membentuk
lapangan kerja? Ya sangat lah perlu. Kita harus bisa menjalin relasi, harus
mempunyai motivasi dalam membangun bisnis, kemampuan memecahkan masalah, dan
masih banyak hal-hal lain yang harus di perhatikan dan harus dimiliki oleh
seorang entepreneur. Soft
skills dan hard skills merupakan paduan yang harus terintegrasi agar
lulusan mahasiswa dapat mencari pekerjaan dengan mudah dan juga membuat usaha
sendiri.
Pengertian
Character Building
Pengertian Charakter Building dalam segi bahasa, Charakter
Building atau membangun karakter terdiri dari 2 suku kata yaitu membangun (to
build) dan karakter (character) artinya membangun yang mempunyai sifat
memperbaiki, membina, mendirikan. Sedangkan karakter adalah tabiat, watak,
aklak atau budi pekerti yang membedakan seserang dari yang lain. Dalam konteks
pendidikan (Modul Diklat LAN RI) pengertian Membangun Karekter (character
building) adalah suatu proses atau usaha yang dilakukan untuk membina,
memperbaiki dan atau membentuk tabiat, watak, sifat kejiwaan, akhlak (budi
pekerti), insan manusia (masyarakat) sehingga menunjukkan perangai dan tingkah
laku yang baik berlandaskan nilai-nilai pancasila.Berdasarkan pengertian tersebut, dapat dikemukakan bahwa upaya membangun karakter akan menggambarkan hal-hal pokok sebagai berikut :
-
Merupakan suatu proses yang terus
menerus dilakukan untuk membentuk, tabiat, watak dan sifat sifat kejiwaan yang
berlandaskan kepada semangat pengabdian dan
kebersamaan
kebersamaan
-
Menyempurnakan karakter yang ada
untuk terwujudnya karakter yang diharapkan dalam rangka penyelenggaraan
pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan
-
Membina karakter yang ada sehingga
menampilkan karakter yang kondusif dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan
bernegara yang dilandasi dengan nilai – nilai falsafah bangsa yaitu Pancasila
Faktor
– Faktor yang mempengaruhi Character BuildingDalam membangun karakter suatu bangsa diperlukan perilaku yang baik dalam rangka melaksanakan kegiatan berorganisasi, baik dalam organisasi pemerintahan maupun organisasi swasta dalam bermasyarakat. Maka karakter manusia merupakan suatu hal yang sangat penting untuk diperhatikan dalam rangka mewujudkan cita-cita dan perjuangan berbangsa dan bernegara guna terwujudnya masyarakat yang adil dan makmur berlandaskan pancasila dan UUD 1945.
Karakter adalah sesuatu yang sangat penting dalam pengembangan kualitas manusia maka karakter mempunyai makna sebuah nilai yang mendasar untuk mempengaruhi segenap pikiran, tindakan dan perbuatan setiap insan manusia dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Dalam hal ini adapun nilai-nilai dalam pembangunan karakter yang dimaksud adalah :
-
Kejuangan
-
Semangat
-
Kebersamaan atau Gotong Royong
-
Kepedulian atau Solider
-
Sopan Santun
-
Persatuan dan Kesatuan
-
Kekeluargaan
-
Tanggung jawab
Nilai-nilai seperti tersebut apabila dilihat lebih cermat
dalam kondisi saat ini nampaknya cenderung semakin luntur hal ini dilihat
semakin jelas contoh diantaranya makin maraknya tawuran antar pelajar, konflik
antar masyarakat, maraknya korupsi di lingkungan pemerintah dan lain
sebagainya. Kondisi yang seharusnya tetap dijaga dan dilestarikan sebagai wujud
untuk meningkatkan rasa kepedulian, kemanusiaan dalam kehidupan berbangsa dan
bernegara haus tetap di jaga dan dilestarikan. Untuk itu faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam rangka menjaga nilai-nilai dalam karakter tersebut adalah :
-
Ideologi
-
Politik
-
Ekonomi
-
Sosial Budaya
-
Agama
-
Normatif
-
Pendidikan
-
Lingkungan
Pembentukan Character didapatkan dan di implementasikan
melalui :
-
Lingkungan Keluarga ( Home )
-
Lingkungan Kerja Kantor ( Bussines
)
-
Lingkungan Sekolah ( School )
-
Lingkungan Kerabat atau Pergaulan
( Community )
Dan Karakter seseorang dapat di bangun jika kita membiasakan
untuk bersifat :
-
Honesty
-
Citizenship
-
Courage
-
Fairness
-
Respect
-
Responsibility
-
Perseverance
-
Caring
-
Self- Discipline
Tujuan Pembangunan Character Building
Tujuan dari pembangunan karakter adalah untuk mengembangkan karakter bangsa agar mampu mewujudkan nilai-nilai luhur Pancasila. Pembangunan karakter ini berfungsi untuk mengembangkan potensi dasar agar berbaik hati, berpikiran baik, dan berperilaku baik; memperbaiki perilaku yang kurang baik dan menguatkan perilaku yang sudah baik; serta menyaring budaya yang kurang sesuai dengan nilai-nilai luhur Pancasila. Ruang lingkup pembangunan karakter ini mencakup keluarga, satuan pendidikan, masyarakat sipil, masyarakat politik, pemerintah, dunia usaha, dan media massa.
Berkenaan hal tersebut (Indrianto B, 2011) mengatakan bahwa Ada tiga lapis (layer) pendidikan karakter yang hendak dikembangkan yaitu :
-
Menumbuhkan kesadaran kita sebagai
sesama makhluk Tuhan. Sebagai sesama makhluk, tidak pantas kalau kita itu
sombong, seolah-olah merasa dirinya yang paling benar. Keutamaan kita justru
terletak pada kemampuan untuk memberi manfaat bagi orang lain, termasuk
memuliakan orang lain. Kesadaran sebagai makhluk Tuhan akan menumbuhkan rasa
saling menghargai dan menyayangi. Tentu juga menumbuhkan sifat jujur karena
Tuhan Maha Mengetahui; kita tidak bisa berbohong.
-
Membangun dan menumbuhkan karakter
keilmuan. Karakter ini sangat ditentukan oleh keingintahuan (kuriositas)
intelektual. Penanaman logika ilmiah sejak dari pendidikan usia dini menjadi
langkah penting untuk dilakukan. Dalam kerangka berpikir ilmiah, segala sesuatu
harus diuji coba sebelum menjadi kesimpulan. Dari sinilah akan muncul
kreativitas, inovasi, dan produktivitas yang sangat menentukan daya saing
bangsa.
-
Pendidikan harus mampu menumbuhkan
karakter yang mencintai dan bangga sebagai bangsa Indonesia. Pendidikan harus
mampu menginternalisasikan keempat pilar kebangsaan (Pancasila, UUD 1945,
Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI) ke dalam diri pendidik dan peserta didik.
Pemahaman akan sejarah dan falsafah keempat pilar tersebut menjadi sangat
penting guna menumbuhkan rasa cinta dan bangga sebagai bagian dari bangsa
Indonesia. Kecintaan dan kebanggaan yang besar akan memacu semangat setiap
warga bangsa untuk berprestasi setinggi-tingginya mengharumkan nama bangsa.
Berkenaan dengan hal tersebut pembangunan pendidikan karakter merupakan tumpuan untuk menjamin perpaduan dari ketiga lapisan di atas dapat berjalan selaras dengan zaman. Di era global saat ini, kreativitas dan inovasi dihargai sangat tinggi melebihi sumber daya alam. Kreativitas dan inovasi yang dibarengi dengan kemampuan mengelola jaringan merupakan kunci dari keunggulan suatu bangsa. Situasi ini hanya dapat terwujud bila ketiga lapis pendidikan karakter yaitu kreativitas dan inovasi dalam bidang keilmuan, kemampuan mengelola jaringan berupa sikap memuliakan sesama makhluk Tuhan, dan kecintaan serta bangga terhadap bangsanya dilaksanakan dengan harmonis dan konsisten.
Untuk itu kita sebagai bagian dari masyarakat dan mahasiswa
diharapkan dapat menjaga nilai-nilai dalam pembangunan karakter dan dapat
diimplementasikan dalam melaksanakan tugas dan kehidupan sehari-hari agar
menjadi manusia yang unggul dan bermartabat dalam menjalankan kehidupan
berbangsa dan bernegara.Berkenaan dengan hal tersebut pembangunan pendidikan karakter merupakan tumpuan untuk menjamin perpaduan dari ketiga lapisan di atas dapat berjalan selaras dengan zaman. Di era global saat ini, kreativitas dan inovasi dihargai sangat tinggi melebihi sumber daya alam. Kreativitas dan inovasi yang dibarengi dengan kemampuan mengelola jaringan merupakan kunci dari keunggulan suatu bangsa. Situasi ini hanya dapat terwujud bila ketiga lapis pendidikan karakter yaitu kreativitas dan inovasi dalam bidang keilmuan, kemampuan mengelola jaringan berupa sikap memuliakan sesama makhluk Tuhan, dan kecintaan serta bangga terhadap bangsanya dilaksanakan dengan harmonis dan konsisten.
Kesimpulan
Pada umumnya, mahasiswa yang telah lulus dari dunia pendidikan tinggi lebih banyak memilih untuk bekerja di perusahaan. Tetapi tak segilintir mahaiswa, yang memilih untuk membuat lapangan pekerjaan. Sebuah kesuksesan memang tidak akan didapat secara mudah. Di dalam proses mencapai kesuksesan apalagi sukses di dunia kerja itu membutuhkan beberapa faktor. Kemampuan teknikal/ akademis saja tidak cukup untuk menunjukkan kesuksesan di dunia kerja. Kemampuan non akademis adalah satu faktor fundamental di dalam kesuksesan di dunia kerja. Kemampuan non akademis itu biasa disebut soft skills dan kemampuan teknikal/ akademis biasa disebut hard skills. Tapi bagi kita seorang mahasiswa yang akan bekerja maupun membuat lapangan pekerjaan harus memiliki dan perlu mengembangkan kemampuan soft skills baik di lingkungan kampus maupun di lingkungan sehari-hari. Ada beberapa soft skills yang harus diperhatikan. Kemampuan tersebut antara lain ; keterampilan berkomunikasi (communicative skill), keterampilan berpikir dan keterampilan menyelesaikan masalah (thinking skill and problem solving skill), belajar sepanjang hidup dan pengelolaan informasi (life-long learning and information management) keterampilan secara tim (team work skill), keterampilan wirausaha (entrepeneur skill), etika, moral dan profesionalisme (ethics, moral and profesionalism), dan keterampilan kepemimpinan (leadership skill). Hal itu dimaksudkan untuk mencapai kuseksesan di masing bidang-bidang yang digeluti mahasiswa tersebut entah menjadi tenaga kerja maupun sebagai wirausahawan. Selain itu dalam dunia kerja sangat dibutuhkan juga Character Building yang baik. Karena kita mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat diharapkan dapat menjaga nilai-nilai dalam pembangunan karakter dan dapat diimplementasikan dalam melaksanakan tugas dan kehidupan sehari-hari agar menjadi manusia yang unggul dan berguna dalam dunia kerja di masa mendatang. Dengan mengerti karakter dan kepribadian individu secara tepat, diharapkan kita dapat menentukan sikap yang sesuai dengan kepribadian seseorang. Hal mana akan menentukan keberhasilan kita didalam berkomunikasi dengan individu lain dan sesama.
Saran
Kita sebagai mahasiswa harus mempunyai kemampuan soft skill dan character building. Dengan kemampuan soft skill interpersonal dan intrapersonal diharapkan kita sebagai mahasiswa nanti akan mempunyai kemampuan yang mencakup kemampuan-kemampuan memotivasi, kepemimpinan, komunikasi, negosiasi, presentasi, kepiawaian bicara di forum, kerjasama tim, membangun relasi, empati. Serta kemampuan membangun karakter diri, kemampuan membagi waktu, menghadapi stres, proses berpikir kreatif, pencapaian target, perubahan diri semakin positif, integritas, profesionalisme, optimisme, percaya diri. Kemampuan-kemampuan tersebut sangat dibutuhkan dan akan berguna nanti di dunia kerja. Hal ini akan menentukan keberhasilan kita didalam berkomunikasi dengan individu lain dan sesama.
DAFTAR
PUSTAKA
-
https://adityaramadhanim.wordpress.com/2013/06/22/character-building/

Tidak ada komentar:
Posting Komentar